Langsung ke konten utama

Aku adalah bukan menjadi


Aku adalah bukan menjadi 

Serintik , dua rintik , tiga rintik, guyuran rintik … Air hujan membasahi tubuhku
Aku berdiri ditengah jalan sebuah gang di perumahan . Mataku menatap sekitar , kumulai dengan bagian sebelah kananku terlihat sisi jalan yang lurus tajam mengikuti arah  aspal ini, agak lurus pandanganku memastikan tiga buah kaitan tali rafia warna biru  diantara dua pohon mangga tidak menjadi jemuran baju . Disebelah pohon mangga terdapat pohon belimbing yang berkamuflase menjadi pohon kresek(plastic) karena menjaga buah agar tidak dimakan codot(kelelelawar pemakan buah), hingga di sisi kiri ku sama halny seperti dikanan namun pojok jalan itu terdapat sawah yang terlihat dingin,sunyi dan tenang.

Menjadi seorang manusia, aku belajar bagaimana cara untuk mencintai oranglain,lingkungan, bahkan diriku sendiri. Gencarlah aku mengikuti berbagai macam kegiata sosial hingga peduli lingkungan, namun semuanya sia-sia.Aku tak pernah tau sejauh apa hasilnya, semua berkata puas, aku hanya bisa diam dalam kegembiraan kami semua ini. Hingga suatu saat hati mulai berdemo untuk meminta hak yang harusnya dipenuhi.

Menjadi seorang manusia, membuatku mengenal banyak teman, dari yang senantiasa membantu dengan tersenyum hingga membantupun tidak tapi malah menambah masalah. Tak jarang ketka aku berjalan bersama temanku, mereka bercerita bahwa mereka bermusuhan dengan “mantan” sahabat mereka.
Definisi “sahabat” yang kukenal dalam duniaku ternyat berbeda dengan ketika aku menjadi manusia.

Menjadi seorang manusia, berusaha menciptakan ragam emosional dalam diriku. Dahulu diduniaku, aku hidup damai dengan emosional stabil , namun kini hal sepele yang bahkan tidak diketahui kebenarannya , dengan mudah dicerna serta menghasilkan ampas emosional yang mengerikan dan mengahancurkan.

Hhh, sudahlah, aku lelah untuk “menjadi manusia”. Pada akhirnya Tuhanku yang  Maha Esa  “ALLAH” menganugerahiku gelar yag bukan lagi “menjadi manusia” tapi “adalah manusia .” Dimana aku adalah manusia, kesempurnaan yang hakiki ketika kerusakan ditutup dengan indahnya pedoman kitab suci agamaku , Al-Quran.

لَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ -٧-
Yang Memperindah segala sesuatu yang Dia Ciptakan dan yang Memulai penciptaan manusia dari tanah,
(As-Sajdah 7)
صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ -٨٨-
“(Itulah) ciptaan Allah yang Mencipta dengan sempurna segala sesuatu.”




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Ramadhan 1444H yukk

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, long time no see, sekalinya see nggak long time xixixixi okeokeokeoke karena nggak long time, kita to the point ajaa, alhamdulillah sempat membuat referensi checklist to do Ramadhan versi bissmillah by me 😉 1. My Goal Today Are... "My Goal Today Are.." ini sebetulnya sebagai pengingat kita per satu hari hal-hal yang "nggak boleh kita lewatin" harapannya begitu hihi karena manusia tempatnya lupa apalagi kalau udah sibuk (semisal buat yang kerja atau yg aktif kegiatan sosial) dan sebagainya. Cara isinya tinggal di kasih tanda centang/titik/coret di tiap kolom tulisan boleh pake pensil/bolpoin/stabilo, bahkan pake hape juga bisaaaaaaaaa 💓 penjelasannya : a. Tahajud : Sholat Tahajud dan Witir  "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah -mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat terpuji (Q.S Al-Isra : 79) b. Sahur: mengakhirkan waktu sahur, adzan subuh adalah batas ber...

Its My/Your Turn?

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Its been a long time ago terakhir kali aku post tulisan di blog ini. Mungkiin ya, beberapa post terakhir hanya berisi kalimat-kalimat yang panjangnya tak mencapai satu halaman hihi. But, In this good opportunity I really want to share something with you guys, its bout my opinion that maybe also comes into your life 😊 Seratus enam hari lagi, I'll get my 21 years chance from Allah untuk hidup didunia ini, InshaAllah. Itupun kalau aku mencapai 16 Oktober ditahun ini, wallahu’alam. But selama berjalan hingga saat ini berbagai macam kejadian, manusia, tempat, kondisi dan semuanya membuatku belajar banyak hal tentang arti dan makna. Menciptakan seseorang yang kusebut dengan diriku. Entah kenapa, aku lebih suka menulis dan menceritakan dari perspektif diriku atau mungkin tentang diriku. Bukan karena egois, tapi takut tak objektif bila menilai hal lain, walau terkadang akupun tak memahami tentang diriku seusungguhnya, percayalah aku m...

Rindu

Rindu by:Arum Hayuning Pangestuti Sore itu ... Usai hujan dilangit abu... Aku berlari melewati... Melewati tangga tempat kita bertemu... Bersama lelah usai mengganggu... Kusempatkan menyentuh ganggang itu.. Terlihat kering namun basah kuyub... Dengan tangan basah yang mulai kaku.. Rintik hujan itu selalu bertamu ... Menemaniku yg diam membisu ... Hati yang seolah mengutuk ... Memperkenalkan diri bahwa ia Rindu...