Aku
adalah bukan menjadi
Serintik
, dua rintik , tiga rintik, guyuran rintik … Air hujan membasahi tubuhku
Aku
berdiri ditengah jalan sebuah gang di perumahan . Mataku menatap sekitar ,
kumulai dengan bagian sebelah kananku terlihat sisi jalan yang lurus tajam
mengikuti arah aspal ini, agak lurus
pandanganku memastikan tiga buah kaitan tali rafia warna biru diantara dua pohon mangga tidak menjadi jemuran
baju . Disebelah pohon mangga terdapat pohon belimbing yang berkamuflase
menjadi pohon kresek(plastic) karena
menjaga buah agar tidak dimakan codot(kelelelawar pemakan buah), hingga di sisi
kiri ku sama halny seperti dikanan namun pojok jalan itu terdapat sawah yang
terlihat dingin,sunyi dan tenang.
Menjadi
seorang manusia, aku belajar bagaimana cara untuk mencintai oranglain,lingkungan,
bahkan diriku sendiri. Gencarlah aku mengikuti berbagai macam kegiata sosial
hingga peduli lingkungan, namun semuanya sia-sia.Aku tak pernah tau sejauh apa
hasilnya, semua berkata puas, aku hanya bisa diam dalam kegembiraan kami semua
ini. Hingga suatu saat hati mulai berdemo untuk meminta hak yang harusnya
dipenuhi.
Menjadi
seorang manusia, membuatku mengenal banyak teman, dari yang senantiasa membantu
dengan tersenyum hingga membantupun tidak tapi malah menambah masalah. Tak jarang
ketka aku berjalan bersama temanku, mereka bercerita bahwa mereka bermusuhan
dengan “mantan” sahabat mereka.
Definisi
“sahabat” yang kukenal dalam duniaku ternyat berbeda dengan ketika aku menjadi
manusia.
Menjadi
seorang manusia, berusaha menciptakan ragam emosional dalam diriku. Dahulu diduniaku,
aku hidup damai dengan emosional stabil , namun kini hal sepele yang bahkan
tidak diketahui kebenarannya , dengan mudah dicerna serta menghasilkan ampas
emosional yang mengerikan dan mengahancurkan.
Hhh,
sudahlah, aku lelah untuk “menjadi manusia”. Pada akhirnya Tuhanku yang Maha Esa “ALLAH” menganugerahiku gelar yag bukan lagi “menjadi
manusia” tapi “adalah manusia .” Dimana aku adalah manusia, kesempurnaan yang
hakiki ketika kerusakan ditutup dengan indahnya pedoman kitab suci agamaku ,
Al-Quran.
لَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ
وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ -٧-
Yang Memperindah segala sesuatu yang Dia Ciptakan dan yang
Memulai penciptaan manusia dari tanah,
(As-Sajdah 7)
صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ -٨٨-
“(Itulah) ciptaan Allah yang Mencipta dengan sempurna segala sesuatu.”

Ayooo menulis trs Aruuummm...
BalasHapus