Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Berkelahi dengan ketenangan

Untuk apa berkelahi? apalagi bila harus berhadapan dengan sebuah ketenangan, Kekalahan mutlak berada dipihakmu. Kenapa? Karena ketika ketenangan hinggap pada diri seseorang, maka sesungguhnya ia berada pada posisi jiwa yang ikhlas. tidak mudah mencapai hal tersebut, "Tiada daun yang jatuh dengan keras walau angin sekeras apapun menerpa, ia tetap mencapai tanah dengan lembut" Ia mampu untuk memposisikan dan menyeimbangkan diri untuk tetap tenang menerima hempasan apapun dari samping kanan kiri atas maupun bawah. Walau ia harus bertabrakan dengan segala hal yang berada di hadapannya, ia tetap menyesuaikan diri untuk menunggu saat ia berhenti. Perjalanannya tak bisa dibilang sebentar, bahkan dalam perjalanan itu ia harus bertahan sendiri tanpa pasokan makanan dari tumbuhan induk yang telah lepas dari dirinya. Hingga pada akhirnya sampailah ia diatas sebuah tanah yang kembali ia beri kebahagiaan. Memberi manfaat bagi makhluk lain. Sebuah daun yang tenang.

Lupa

Tangisan, tanpa air mata Tertawa, tanpa senyuman Tertatih, tanpa terhenti Aku membiarkan semuanya tak lengkap karena untukku semuanya telah sempurna Mungkin, orang lain berfikir bahwa itu adalah sebuah bagian yang tak dapat dipisahkan sama seperti pemahaman mereka tentang “dimana ada asap pasti ada api ” Hhh, sayang sekali. mereka belum menyadari tentang “apa yang sebenarnya telah benar” kabut putih diatas gunung yang menutup laiknya awan yang menabrak daratan, itu adalah asap, aspal yang terkena teriknya siang matahari ketika lalu terkena tumpahan air, ia juga menimbulkan asap bahkan sekarang pun sudah banyak makanan dan minuman yang menjadikan “asap” sebagai point of interest produk mereka . lalu, kita tak sepatutnya menjadikan asap untuk selalu berpasangan dengan api. Kebanyakan orang mencari motivasi untuk terus “hidup” dalam dunia yang akan mati ini. tapi mereka lupa, bahwa seharusnya mereka mencari motivasi untuk menyambut “kematian” yang kemudian akan t...

Keteraturan mengikat para penikmatnya

Suatu hari aku sedang berjalan lirih menembus dinginya udara subuh yang masih sangat mencengkram pori pori kulit. Langkah demi langkah kunikmati,  Bersama dengan hembusan nafas yang sudah mulai berpola untuk menghangatkan sirkulasi udara tubuh ku. Mataku belum kuizinkan untuk melihat sekitar,  selain hanya menuju kearah sepatuku dan sesekali melihat kearah jalan dihadapanku. “SubhanaAllah, SubhanaAllah, SubhanaAllah ..” ucapku lirih mengikuti setiap langkah kaki ditanah.  Maha Suci Allah yang telah memberiku kesempatan untuk mampu bangun kembali dari tidurku , mengizinkan ku untuk bersujud kembali pada-Nya walau entah akan kupergunakan apa waktu yg kumiliki saat ini, akankah menambah pahala walau hanya sebesar biji dzarrah atau malah dosa besar yang akan ku buat ? Samar samar cahaya merah mulai menghiasi, kuputuskan untuk berhenti sejenak dan mulai mengangkat kepala, memenuhi hasrat mata ini untuk menikmati segala ciptaan-Nya. Masjid berkubah putih yan...

Diary Muslimah I

Diary Muslimah  "Allahuakbar Allahuakbar ..." Suara adzan berkumandang dari speaker Masjid Darul Ma'arif Institut Pemerintahan Dalam Negeri . Tidak kusia-siakan waktu pesiarku hanya untuk bermain keluar ksatriaan, karena sesungguhnya pada saat pesiar dan pergi kemasjid jauh lebih baik dari pada cabut pesiar, karena laporannya yah kalian tau sendiri hihi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!Oh iya perkenalkan namaku Muslimah, ayah dan ibuku memanggilku Lima. Kalian pasti heran, iya aku juga. Tapi entahlah , ayah dan ibu memberiku beberapa alasan mengapa mereka memanggilku Lima! 1. Lima adalah jumlah dari rukun islam 2. Surat kelima didalam Al-Quran adalah surat Al-Maidah yang mana itu adalah surat kedua yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan diriku, anak kedua dari dua bersaudara 3.Surat sebelum surat Al-Maidah didalam Al-Quran adalah surat An-Nisa, iya itu nama kakak perempuanku.  dan masih banyak alasan yang ayah ib...

Sebuah klise

Assalamualaikum warahmatllahiwabarakatuh , Aku pernah teringat sebuah klise lama tentang " Pelangi akan selalu hadir setelah hujan " Banyak orang menggunakan klise ini sebagai pengingat mereka pada saat dirundung kesedihan, bahwa setelah kesedihan mereka , kebahagiaan pasti akan hadir menemui. Namun,, banyak orang lupa bahwa , siklus ini tidak akan pernah berhenti. Bahkan hampir semua badai atapun hujan memiliki jangka waktu lebih lama di bandingkan dengan ketika hadirnya pelangi itu sendiri. Dari klise ini aku belajar, Bahwa tidak perlu untuk menunggu datangnya pelangi , karena akan memakan waktu yang cukup tidak mengenakan untuk dirasakan. Bahwa pelangi pun tidak untuk ditemukan namun dinikmati keindahannya, hanya keindahannya. Bahwa hujan maupun badai bukanlah hal yang buruk, mereka datang untuk membawa kesejukan pada tanah yang gersang, memberikan kehidupan bagi seluruh mahkluk hidup dengan memberikan persedian air bagi bumi. Bahwa tidak akan ada pelangi yang p...

Untuk engkau yang hatinya terpaut pada pada Masjid

Manisnya lengkungan senyum tipis , Yang selalu tersenyum pada siapapun tanpa pernah membiarkan orang lain mengetahui diluar dari sisi itu. Yang selalu menundukan sedikit kepalanya ketika tersenyum tanpa pernah membiarkan orang lain melihat kepalanya terangkat. Tepat di sisi serambi masjid. Pemandangan yang selalu ku dapatkan adalah ketenangan, Ketenangan berada dekat dengan-Nya, Suara lantunan ayat Alquran yang sering terdengar, Tak pernah tahu siapa yang mengumandangkan, Menyusuri masjid, menciptakan kerinduan yang mendalam. Teruntuk engkau, seseorang yang selalu merindukan Masjid , Yang hatinya terpaut pada Masjid, Jazakumullah khairan katsir, atas izin-Nya, kau telah menebarkan dakwah eksplisitmu pada siapapun yg terbuka hatinya, semoga menjadi amal jariyah untukmu . -Arum Hayuning Pangestuti-