Langsung ke konten utama

Keteraturan mengikat para penikmatnya


Suatu hari aku sedang berjalan lirih menembus dinginya udara subuh yang masih sangat mencengkram pori pori kulit. Langkah demi langkah kunikmati, 
Bersama dengan hembusan nafas yang sudah mulai berpola untuk menghangatkan sirkulasi udara tubuh ku. Mataku belum kuizinkan untuk melihat sekitar, 
selain hanya menuju kearah sepatuku dan sesekali melihat kearah jalan dihadapanku.
“SubhanaAllah, SubhanaAllah, SubhanaAllah ..” ucapku lirih mengikuti setiap langkah kaki ditanah. 
Maha Suci Allah yang telah memberiku kesempatan untuk mampu bangun kembali dari tidurku , mengizinkan ku untuk bersujud kembali pada-Nya walau entah akan kupergunakan apa waktu yg kumiliki saat ini, akankah menambah pahala walau hanya sebesar biji dzarrah atau malah dosa besar yang akan ku buat ?

Samar samar cahaya merah mulai menghiasi, kuputuskan untuk berhenti sejenak dan mulai mengangkat kepala, memenuhi hasrat mata ini untuk menikmati segala ciptaan-Nya.
Masjid berkubah putih yang jaraknya sekitar 2 km dibawah bukit memberi siluet indah dibawah untaian awan berbentuk kapas Bersama dengan cahaya kemerah mudaannya, “MasyaAllah”
Memori terbersit dalam benakku. 
Saat itu umurku sekitar 7 tahun. Untuk pertama kalinya, anak kecil yang dekil ini menaiki kereta api . Matanya berbinar-binar melihat hamparan sawah hijau bersama indahnya langit pukul 05.35 pagi itu disamping gerbong yang pintunya terbuka. 
Takjub dengan segala hal yang dilihatnya, dengan salah satu tangan yang masih dipegang erat oleh Bapak yang duduk disampingnya . 
Mata bulatnya memandang wajah Bapak yang duduk disampingnya, dengan perlahan Bapak memandangnya dengan membalas senyuman lembut dibibrnya, segera ia mengangkat ku untuk duduk dipangkuannya seraya menutup resleting jaketku yang ternyata belum tertutup sempurna. “Nduk, dingin nggak? Nanti kamu masuk angin lhoh” aku mengangguk dan membalasnya dengan pelukan erat.

Kelopak bunga bermekaran indah memikat setiap insan yang melihatnya, dan saat itu aku berjanji untuk mencari tahu apa nama bunga itu. 
Kembali ku melangkah seraya berfikir. Memikirkan hal yang mendalam, walau aku tak tahu secara pasti tentang apa itu., yang kurasakan hanya sebuah hal yang tak kunjung berhenti.

Ibuku pernah berkisah padaku tentang potongan kisah hidup beliau. Aku senang sekali mendengarnya apalagi mengimajinasikan betapa memori indah itu akan terus melekat pada bagian diri Ibuku. Sama seperti diriku, hingga saat ini aku masih dapat merasakan pelukan hangat tubuh Ibu walau kami saat ini harus berjauhan.
Aku masih terus melangkah lirih, ternyata jalan yang kulalui tidak datar, namun mulai meninggi, kuputuskan untuk sedikit menambah kekuatan dan kecepatan langkah kakiku.

Didalam hidup ini, kebahagiaan datang bersama dengan kesedihan, begitupun sebaliknya. Seseorang pernah berkata padaku “Jarak itu cuma angka rum”.  
Tapi kebanyakan orang selalu lupa, bahwa jarak adalah penentu. Terlebih mengenai iman kita. Betapa aku sering lupa bahwa tiada jarak yang lebih dekat dari diriku selain Dia Allah Azza Wa Jalla . 

Hingga akhirnya jalan `yang kulalui mulai melandai, dan diujung sana sudah terlihat pemberhentianku.

Segalanya harus seimbang, teratur, berjalan seperti seharusnya dalam perbedaan elemen-elemen kehidupan. Karena hanya dengan hal ini seseorang mampu untuk menikmatinya betapa luarbiasa menjadi bagian dari ciptaan-Nya . 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Ramadhan 1444H yukk

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, long time no see, sekalinya see nggak long time xixixixi okeokeokeoke karena nggak long time, kita to the point ajaa, alhamdulillah sempat membuat referensi checklist to do Ramadhan versi bissmillah by me 😉 1. My Goal Today Are... "My Goal Today Are.." ini sebetulnya sebagai pengingat kita per satu hari hal-hal yang "nggak boleh kita lewatin" harapannya begitu hihi karena manusia tempatnya lupa apalagi kalau udah sibuk (semisal buat yang kerja atau yg aktif kegiatan sosial) dan sebagainya. Cara isinya tinggal di kasih tanda centang/titik/coret di tiap kolom tulisan boleh pake pensil/bolpoin/stabilo, bahkan pake hape juga bisaaaaaaaaa 💓 penjelasannya : a. Tahajud : Sholat Tahajud dan Witir  "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah -mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat terpuji (Q.S Al-Isra : 79) b. Sahur: mengakhirkan waktu sahur, adzan subuh adalah batas ber...

Its My/Your Turn?

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Its been a long time ago terakhir kali aku post tulisan di blog ini. Mungkiin ya, beberapa post terakhir hanya berisi kalimat-kalimat yang panjangnya tak mencapai satu halaman hihi. But, In this good opportunity I really want to share something with you guys, its bout my opinion that maybe also comes into your life 😊 Seratus enam hari lagi, I'll get my 21 years chance from Allah untuk hidup didunia ini, InshaAllah. Itupun kalau aku mencapai 16 Oktober ditahun ini, wallahu’alam. But selama berjalan hingga saat ini berbagai macam kejadian, manusia, tempat, kondisi dan semuanya membuatku belajar banyak hal tentang arti dan makna. Menciptakan seseorang yang kusebut dengan diriku. Entah kenapa, aku lebih suka menulis dan menceritakan dari perspektif diriku atau mungkin tentang diriku. Bukan karena egois, tapi takut tak objektif bila menilai hal lain, walau terkadang akupun tak memahami tentang diriku seusungguhnya, percayalah aku m...

Rindu

Rindu by:Arum Hayuning Pangestuti Sore itu ... Usai hujan dilangit abu... Aku berlari melewati... Melewati tangga tempat kita bertemu... Bersama lelah usai mengganggu... Kusempatkan menyentuh ganggang itu.. Terlihat kering namun basah kuyub... Dengan tangan basah yang mulai kaku.. Rintik hujan itu selalu bertamu ... Menemaniku yg diam membisu ... Hati yang seolah mengutuk ... Memperkenalkan diri bahwa ia Rindu...