Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Siluet sebrang jendela ( PART 1)

I Bersandarlah dijendela... Dia mulai bersuara ... 4 Januari 2018 Malam ini seperti biasa aku menghabiskan waktu dengan membaca beberapa buku dengan earphone terpasang di telingaku sembari duduk disamping jendela kamarku dengan ukuran 2,5x1,5 meter yang cukup kugunakan untuk duduk bersandar diantara kedua sisi pembatas jendela kayu bercat putih ini.Aku adalah satu-satunya pemiliki kamar dirumah ini yang berada dilantai dua dengan jendela menghadap timur ke arah luar. Ketika pagi datang sinar matahari pagi akan langsung menyelinap kedalam kamar, menganggu tidur lelapku yang hanya berkisar 3-4 jam yang kemudian disusul oleh kehadiran ayah yang membangunkanku dengan membaca ayat-ayat suci al-Quran dan mengusap usap kepalaku, it works !. Jam dinding dikamarku yang letaknya berhadapan dengan jendela kamar menunjukan pukul 10 malam.Karena aku bukan tipikal orang yang terlalu kutu buku, pengaruh gadget serta media social menjadikanku salah satu dari ratusan juta orang diluar sana yang ...

Aku adalah bukan menjadi

Aku adalah bukan menjadi  Serintik , dua rintik , tiga rintik, guyuran rintik … Air hujan membasahi tubuhku Aku berdiri ditengah jalan sebuah gang di perumahan . Mataku menatap sekitar , kumulai dengan bagian sebelah kananku terlihat sisi jalan yang lurus tajam mengikuti arah   aspal ini, agak lurus pandanganku memastikan tiga buah kaitan tali rafia warna biru   diantara dua pohon mangga tidak menjadi jemuran baju . Disebelah pohon mangga terdapat pohon belimbing yang berkamuflase menjadi pohon kresek (plastic) karena menjaga buah agar tidak dimakan codot(kelelelawar pemakan buah), hingga di sisi kiri ku sama halny seperti dikanan namun pojok jalan itu terdapat sawah yang terlihat dingin,sunyi dan tenang. Menjadi seorang manusia, aku belajar bagaimana cara untuk mencintai oranglain,lingkungan, bahkan diriku sendiri. Gencarlah aku mengikuti berbagai macam kegiata sosial hingga peduli lingkungan, namun semuanya sia-sia.Aku tak pernah tau sejauh apa hasilnya, sem...

Aku

Aku Karya : Arum Hayuning Pangestuti Aku bukanlah seorang penulis Aku bukanlah seorang penyair Aku bukanlah seorang ahli Aku hanyalah seorang diri ’ku’ Aku , sebuah jiwa yang terperangkap dalam raga yang tanpa pernah kutahu kapan akan terpisah Aku , menyayangi dengan segenap hati yang kumiliki sebuah hal yang disebut ‘waktu’ Aku , berjalan kearah yang kupercaya itu benar namun tak pernah kutahu kebenarannya Aku , berfikir untuk berlari dikenyataan yang tak jarang ku lelah untuk konstan menggapai tujuan Aku   , mengharap sebuah sayap mengantarku pada takdirku yang indah Aku   , mengalir bak aliran yang tak pernah tau kemanakah ku bermuara Aku , bermimpi hari indah itu pasti akan datang Kebahagiaan yang haqiqi sesungguhnya telah datang kepadamu ketika hal yang tak kau butuhkan pergi dari mu , walau hal itu sangat kau inginkan . Sebaliknya keburukan yang haqiqi benar – benar akan membunuhmu ketika hal yang kau tak butuhkan kau paksa genggam erat dengan ...