Aku
Karya : Arum Hayuning Pangestuti
Aku bukanlah seorang penulis
Aku bukanlah seorang penyair
Aku bukanlah seorang ahli
Aku hanyalah seorang diri ’ku’
Aku bukanlah seorang penyair
Aku bukanlah seorang ahli
Aku hanyalah seorang diri ’ku’
Aku , sebuah jiwa yang terperangkap dalam raga yang
tanpa pernah kutahu kapan akan terpisah
Aku , menyayangi dengan segenap hati yang kumiliki sebuah hal yang disebut ‘waktu’
Aku , berjalan kearah yang kupercaya itu benar namun tak pernah kutahu kebenarannya
Aku , berfikir untuk berlari dikenyataan yang tak jarang ku lelah untuk konstan menggapai tujuan
Aku , mengharap sebuah sayap mengantarku pada takdirku yang indah
Aku , mengalir bak aliran yang tak pernah tau kemanakah ku bermuara
Aku , bermimpi hari indah itu pasti akan datang
Aku , menyayangi dengan segenap hati yang kumiliki sebuah hal yang disebut ‘waktu’
Aku , berjalan kearah yang kupercaya itu benar namun tak pernah kutahu kebenarannya
Aku , berfikir untuk berlari dikenyataan yang tak jarang ku lelah untuk konstan menggapai tujuan
Aku , mengharap sebuah sayap mengantarku pada takdirku yang indah
Aku , mengalir bak aliran yang tak pernah tau kemanakah ku bermuara
Aku , bermimpi hari indah itu pasti akan datang
Kebahagiaan yang haqiqi sesungguhnya telah datang
kepadamu ketika hal yang tak kau butuhkan pergi dari mu , walau hal itu sangat
kau inginkan . Sebaliknya keburukan yang haqiqi benar – benar akan membunuhmu
ketika hal yang kau tak butuhkan kau paksa genggam erat dengan dalih
keinginanmu dan nafsumu .
Aku , bukan soal bagaimana aku mencari jati diri ,
namun ini adalah tentang bagaimana sebuah akal dapat membedakan antara yang haq
dan yang batil . menjalankan konsekuensi mahkluk hidup yang memiliki akal,
memaksamu hanya memiliki 2 pilihan , yakni menjadi buruk bahkan lebih buruk
dari hewan atau menjadi agung bahkan lebih agung dari pada malaikat
YouTube:https://youtu.be/Ale6E8Y7KMA
picture location : International Islamic University Malaysia
Komentar
Posting Komentar