Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Rindu

Rindu by:Arum Hayuning Pangestuti Sore itu ... Usai hujan dilangit abu... Aku berlari melewati... Melewati tangga tempat kita bertemu... Bersama lelah usai mengganggu... Kusempatkan menyentuh ganggang itu.. Terlihat kering namun basah kuyub... Dengan tangan basah yang mulai kaku.. Rintik hujan itu selalu bertamu ... Menemaniku yg diam membisu ... Hati yang seolah mengutuk ... Memperkenalkan diri bahwa ia Rindu...

Arti sebuah Perpisahan

Perpisahan  by : Arum Hayuning Pangestuti Motor Bapak itu melaju dengan lirih dijalan, Wajah anak kecil itu terasa dingin terkena udara pagi yang melewati badan bapak , Namun badannya tetap hangat karena himpitan kakak yang duduk dibelakangnya, Matanya tak pernah lepas dari setiap hal yang mereka lewati , pepohonan yang selalu ia hitung, anak SD bersepeda biru yang selalu berpapas di depan masjid, pemakaman yang selalu ia beri salam dalam hati, hingga sebuah jembatan kecil yang menandakan tujuannya akan segera tiba, Anak kecil itu sedih .. karena ia tidak bisa melanjutkan tidurnya bila masih mengantuk, karena ia akan segera melepas sandaran wajahnya dari kehangatan punggung bapak, karena ia harus bertemu oleh guruku yang akan memarahinya karen PR yang belum kubuat, karena ia harus meninggalkan kedua orangtuaku untuk beberapa jam, Mesin motor bapak sudah berhenti, ia harus segera turun , mengikuti kakaknya yang sudah turun duluan, kini ...

Pemuda Sidoarjo Bikin Jatuh Cinta!

Assalamualaikum warah matullahi wabarakatuh ... Pacul Gowang Udeng'e Sidoarjo, Kampung Batik Jetis mesthi wapik'e Dadi arek sidoarjo podo bejo, Surgane dunya marai tresnone  EAEAEAEAEA. Haha!Tumbenan sih Rum bahas  tresno-tersno an  (Cinta-cintaan)? YA KARENA ARUM LAGI JATUH CINTA SEJAK PANDANGAN PERTAMA!uhuy. Jadi begini saudaraku sebangsa dan setanah air, TETAP! Cintaku hanya untuk Allah sang maha pencipta beserta segala kewajiban dan larangan yang HARUS Arum patuhi. Tapi di part ini, Arum ingin menceritakan salah satu dari lebih dari triliun milyar juta ratus sekiaaan (infinity) Anugerah yang sudah Alah kasih ke Arum! Terimakasih ya Allah. Oke, Langsung aja. Arum ternyata pinter parikan ya ? uwowwww. GAK wkwk cuma coba aja, kalo hasilnya bagus ALHAMDULILAH WA SYUKURILLAH ALLAHUAKABAR , tapi kalo jelek yah gimana lagi :( tapi ini ASLIK  made by   ARUM, barangkali yang handal handal mau share parikan ndarjo yang lain di sini , monggo ...

Tenang, ada Arum disini.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ketika kalian membaca ini, itu artinya Arum sedang berada didepan laptop berwarna hitam dan merah yang selama ini tutsnya membekas sidik jariku karena serinngnya digunakan. Seperti biasa, jam dindingku menunjukan pukul 02.00 dini hari. Dan yah apa yang dilakukan Arum dimalam hari?eh atau dini hari? Hehe well, karena tadi ada deadline artikel hasil wawancara(balada reporter eaeaea) pukul 00.00 yaudah lanjutlah aku untuk mencoba berfikir bisa se produktif apakah aku ini dalam menggunakan ke-insomniaanku lol! Pengen nge-post , cek semua berkas folder tulisan yang udah Arum buat, tapi gasanggup masukinnya, soalnya banyak yang bikin ga pede, lumayan loo 5 cerpen , 6 narasi dan sisanya a lot of   real experience yang menurutku inspiratif sih. Cuma ya gitu nama tokohnya belum di sensor ahaha J but anyway, Oke mari kita gunakan pikiran ku saat ini untuk bisa menambah satu post di dalam bloggku yang (jarang) banyak viewers hehe Oke la...

Sehelai senyuman

Sehelai Senyuman. Pagi ini, Fajar menyapaku bersama dengan udara sejuk sisa subuh tadi. Lantunan ayat suci terdengar memenuhi ruangan,atmosfir yang sungguh membuat rindu siapapun didalamnya. Tanpa suara ayam berkokokpun bukanlah sebuah tragedi. Kulangkahkan kaki perlahan menuju keluar rumah. Langkah pertama, aku mengambil nafas bersamaan dengan perlahan menutup mata yang membawaku larut dalam sesuatu yang kuanggap sebagai "lika-liku " dalam hidupku. Setiap aliran hirup udara itu membawa dalam-dalam aku kedalam kamuflase itu. Ku rentangkan kedua tanganku lurus dari atas kepala menuju samping bahu, merasakan setiap sendi dan otot yang juga bekerja keras menyeimbangkan. Langkah kedua, hembusan nafas panjang yg setiap inci nya membawa setiap momen "lika-liku" perlahan keluar dari dalam pikiran yg membawa keburukan bagiku. Disebelah barat, terlihat sebersit bulan yg masih ingin singgah bersama cahaya pagi . Lengkungan itu membentuk sehelai senyuman tipis, ...

Siluet sebrang jendela ( PART 1)

I Bersandarlah dijendela... Dia mulai bersuara ... 4 Januari 2018 Malam ini seperti biasa aku menghabiskan waktu dengan membaca beberapa buku dengan earphone terpasang di telingaku sembari duduk disamping jendela kamarku dengan ukuran 2,5x1,5 meter yang cukup kugunakan untuk duduk bersandar diantara kedua sisi pembatas jendela kayu bercat putih ini.Aku adalah satu-satunya pemiliki kamar dirumah ini yang berada dilantai dua dengan jendela menghadap timur ke arah luar. Ketika pagi datang sinar matahari pagi akan langsung menyelinap kedalam kamar, menganggu tidur lelapku yang hanya berkisar 3-4 jam yang kemudian disusul oleh kehadiran ayah yang membangunkanku dengan membaca ayat-ayat suci al-Quran dan mengusap usap kepalaku, it works !. Jam dinding dikamarku yang letaknya berhadapan dengan jendela kamar menunjukan pukul 10 malam.Karena aku bukan tipikal orang yang terlalu kutu buku, pengaruh gadget serta media social menjadikanku salah satu dari ratusan juta orang diluar sana yang ...

Aku adalah bukan menjadi

Aku adalah bukan menjadi  Serintik , dua rintik , tiga rintik, guyuran rintik … Air hujan membasahi tubuhku Aku berdiri ditengah jalan sebuah gang di perumahan . Mataku menatap sekitar , kumulai dengan bagian sebelah kananku terlihat sisi jalan yang lurus tajam mengikuti arah   aspal ini, agak lurus pandanganku memastikan tiga buah kaitan tali rafia warna biru   diantara dua pohon mangga tidak menjadi jemuran baju . Disebelah pohon mangga terdapat pohon belimbing yang berkamuflase menjadi pohon kresek (plastic) karena menjaga buah agar tidak dimakan codot(kelelelawar pemakan buah), hingga di sisi kiri ku sama halny seperti dikanan namun pojok jalan itu terdapat sawah yang terlihat dingin,sunyi dan tenang. Menjadi seorang manusia, aku belajar bagaimana cara untuk mencintai oranglain,lingkungan, bahkan diriku sendiri. Gencarlah aku mengikuti berbagai macam kegiata sosial hingga peduli lingkungan, namun semuanya sia-sia.Aku tak pernah tau sejauh apa hasilnya, sem...

Aku

Aku Karya : Arum Hayuning Pangestuti Aku bukanlah seorang penulis Aku bukanlah seorang penyair Aku bukanlah seorang ahli Aku hanyalah seorang diri ’ku’ Aku , sebuah jiwa yang terperangkap dalam raga yang tanpa pernah kutahu kapan akan terpisah Aku , menyayangi dengan segenap hati yang kumiliki sebuah hal yang disebut ‘waktu’ Aku , berjalan kearah yang kupercaya itu benar namun tak pernah kutahu kebenarannya Aku , berfikir untuk berlari dikenyataan yang tak jarang ku lelah untuk konstan menggapai tujuan Aku   , mengharap sebuah sayap mengantarku pada takdirku yang indah Aku   , mengalir bak aliran yang tak pernah tau kemanakah ku bermuara Aku , bermimpi hari indah itu pasti akan datang Kebahagiaan yang haqiqi sesungguhnya telah datang kepadamu ketika hal yang tak kau butuhkan pergi dari mu , walau hal itu sangat kau inginkan . Sebaliknya keburukan yang haqiqi benar – benar akan membunuhmu ketika hal yang kau tak butuhkan kau paksa genggam erat dengan ...