Perpisahan by : Arum Hayuning Pangestuti Motor Bapak itu melaju dengan lirih dijalan, Wajah anak kecil itu terasa dingin terkena udara pagi yang melewati badan bapak , Namun badannya tetap hangat karena himpitan kakak yang duduk dibelakangnya, Matanya tak pernah lepas dari setiap hal yang mereka lewati , pepohonan yang selalu ia hitung, anak SD bersepeda biru yang selalu berpapas di depan masjid, pemakaman yang selalu ia beri salam dalam hati, hingga sebuah jembatan kecil yang menandakan tujuannya akan segera tiba, Anak kecil itu sedih .. karena ia tidak bisa melanjutkan tidurnya bila masih mengantuk, karena ia akan segera melepas sandaran wajahnya dari kehangatan punggung bapak, karena ia harus bertemu oleh guruku yang akan memarahinya karen PR yang belum kubuat, karena ia harus meninggalkan kedua orangtuaku untuk beberapa jam, Mesin motor bapak sudah berhenti, ia harus segera turun , mengikuti kakaknya yang sudah turun duluan, kini ...