Untuk apa berkelahi?
apalagi bila harus berhadapan dengan sebuah ketenangan,
Kekalahan mutlak berada dipihakmu.
Kenapa? Karena ketika ketenangan hinggap pada diri seseorang,
maka sesungguhnya ia berada pada posisi jiwa yang ikhlas.
tidak mudah mencapai hal tersebut,
"Tiada daun yang jatuh dengan keras walau angin sekeras apapun menerpa, ia tetap mencapai tanah dengan lembut"
Ia mampu untuk memposisikan dan menyeimbangkan diri untuk tetap tenang menerima hempasan apapun dari samping kanan kiri atas maupun bawah.
Walau ia harus bertabrakan dengan segala hal yang berada di hadapannya, ia tetap menyesuaikan diri untuk menunggu saat ia berhenti.
Perjalanannya tak bisa dibilang sebentar, bahkan dalam perjalanan itu ia harus bertahan sendiri tanpa pasokan makanan dari tumbuhan induk yang telah lepas dari dirinya.
Hingga pada akhirnya sampailah ia diatas sebuah tanah yang kembali ia beri kebahagiaan.
Memberi manfaat bagi makhluk lain.
Sebuah daun yang tenang.
apalagi bila harus berhadapan dengan sebuah ketenangan,
Kekalahan mutlak berada dipihakmu.
Kenapa? Karena ketika ketenangan hinggap pada diri seseorang,
maka sesungguhnya ia berada pada posisi jiwa yang ikhlas.
tidak mudah mencapai hal tersebut,
"Tiada daun yang jatuh dengan keras walau angin sekeras apapun menerpa, ia tetap mencapai tanah dengan lembut"
Ia mampu untuk memposisikan dan menyeimbangkan diri untuk tetap tenang menerima hempasan apapun dari samping kanan kiri atas maupun bawah.
Walau ia harus bertabrakan dengan segala hal yang berada di hadapannya, ia tetap menyesuaikan diri untuk menunggu saat ia berhenti.
Perjalanannya tak bisa dibilang sebentar, bahkan dalam perjalanan itu ia harus bertahan sendiri tanpa pasokan makanan dari tumbuhan induk yang telah lepas dari dirinya.
Hingga pada akhirnya sampailah ia diatas sebuah tanah yang kembali ia beri kebahagiaan.
Memberi manfaat bagi makhluk lain.
Sebuah daun yang tenang.
Komentar
Posting Komentar