Takdir menjadi kata yang paling pakem dan melekat pada tiap-tiap jiwa mahkluk ciptaan-Nya
Bahkan diamku yang tak melakukan apapun juga sebuah ujian, apa yg kupikirkan? apakah hanya melamun? memimkirkan keburukan? dan lain sebagainya.
Pengharapan dan rasa takut membuahkan usaha terbaik untuk mendapatakanya, bukan mengubahnya
Jutaan tahun yang lalu hal itu telah tertulis dengan rapih dalam Lauhul Mahfudz tentang apa saja yang sudah kita lalui, sedang kita lalui hingga yang akan kita lalui.
Seringkali rasa sedih dan menyesal menghantui, bertanya "kenapa dahulu aku melakukanitu? kenapa dahulu aku harus bersedih seperti itu? kenapa aku dulu tidak memilihi ini?" dan sebagainya.
Sabar, ikhlas dan syukur adalah 3 kata yang simple tapi complicated di terapkan, bagiku yang masih harus terus belajar.
Momen dimana, kapan dan dengan siapa Allah SWT izinkan kita berada dan bertemu, semua adalah untuk kebaikan diri sendiri. Walau memang tak semua hati siap.
Innama'al 'usriyusro (Q.S Al insyiroh :6)
"Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"
Dalam salah satu tafsir menyampaiakan bahwa orang yang betakwa ketika mendapatkan kemudahan selalu beriringan dengan kesulitan yang dihadapi, itu untuk orang bertakwa, apa kabar aku?
Logikanya memang, disekolah saja butuh untuk ujian kenaikan kelas dan ujian nasional untuk bisa naik kelas atau sekedar lulus dimana selanjutnya akan kembali dihadapkan dengan tingkat pendidikan selanjutnya yang lebih kompleks. Hasilnya? gelar pendidikan tinggi nya akna mengangkat derajatnya ditengah masyarakat dan dianggap terpandang, pun dimata Allah terhadap ujian kehidupan yang tiap saat kita hadapi.
Bahkan diamku yang tak melakukan apapun juga sebuah ujian, apa yg kupikirkan? apakah hanya melamun? memimkirkan keburukan? dan lain sebagainya.
Semoga kita menjadi orang-orang yang memiliki hati dan kuat dengan apapun yang terjadi dialam hidup kita, jangan lupa tersenyum! 😊😋
Komentar
Posting Komentar