Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Lama banget nih Arum nggak nge-post blog
, afwan(read:sorry) eheheehe soalnya Arum banyak tugas kuliah , paguyuban dan
organisasi :’) . Sejauh ini deadline yang mengejar adalah persiapan pemilihan
duta peduli AIDS Kabupaten Sidoarjo 2017 sekitar 4 minggu lagi :’)
But bukan
itu yang mau Arum bahas di posting-an Arum
kali ini , ada hal yang lebih penting ehehe. Langsung aja check it out !
Hati ini milik
siapa?
Well , pasti dari
judul nya pada nebak kalo yang bakal aku bahas soal baper-baperan yang sedang
merajalela di kalangan kids era now , hmm
bener sih .. tapi yang ini lebih super duper very BAPER BANGETZ .
Kepo ? jeng jeng jeng
Udah mainstream kalo
kita ngerasain bahwa pemilik “hati” kita adalah si doi a.k.a pacar
atau gebetan yang suka bikin galau hmmm , bosen lah ngerasain kaya gituan udah
bikin galau , unfaedah
, buang waktu , buang pikiran , buang duid , buang IMAN juga .
nah ini nih yang
bahaya kalo udah masalah “IMAN” udah gak bisa di tawar-tawar , soalnya kelak
SETIAP INDIVIDU akan BERTANGGUNG JAWAB atas segala hal yang ia lakukan di DUNIA
. dah pada tau kan ? atau belum tau ? atau tau tapi nggak mau tau ? nahloh
! semoga kita termasuk orang-orang yang kelak mendapatkan hasil hisab yang baik
, Amin yarobbal alamin
Kalo gitu bahas yg antimainstream aja
yuk .
Pemilik “Hati” kita adalah Tuhan yang Maha Esa ,Yang Maha Besar
yakni ALLAH SWT . Dia yang senantiasa membolak balikkan hati kita sebagai
mahkluk ciptaannya .
Yaa muqallibal Quluub , tsabbit Qalbi ‘Ala Dziinika
Wahai Dzat yang membolak
balikkan hati teguhkanlan hatiku diatas ketaatan kepadamu ( H.R Muslim : no
2654) .
Itulah kenapa kita sering banget ngerasa “labil” , diumur Arum dan
mungkin juga temen-temen pembaca yang masih dikisaran umur 16-21 pasti sering
banget nih ngerasain yang kaya gini ,
sering ngga tenang bahkan sedih kalau ada
masalah yang akhirnya jadi beban buat temen – temen , dan disaat seperti itu
yang kita lakukan pasti “kembali “ mengingat dan mendekatkan diri pada-Nya agar
kita menjadi lebih tenang dan masalah terselesaikan ? but why ?,
Emang nggak salah sih , tapi coba deh dipikirin lagi .
Pernahkah kita
senantiasa mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya dikala kita merasakan
BAHAGIA ? mendapatkan hal-hal yang BAIK ? atau lebih sering manadeh antara
deket pas lagi butuh/deket pas lagi seneng ? dan jeng jeng jawabanya adalah
99.9% bisa dijawab sendiri-sendiri ya hehe .
Kalau udah kaya gini terus apasih yang bisa
kita lakuin sebagai bentuk “kesadaran” atas “ketidak-pantasnya” perlakuan kita
kepada Sang Pemilik Hati ,
Allah SWT .
Ayo BERHIJRAH ! hijrah bukan berarti
kita harus melakukan perjalanan menaiki unta dari Mekkah menuju Madinah seperti
kisah Rosullulah SAW , tetapi juga hijrah yang merupakan perubahan dari yang
buruk menuju baik atau yang baik menjadi lebih baik lagi .
Simple way nya
sih kita berusaha untuk mendekati perintahya dan menjauhi larangannya “Amar ma’ruf nahi
munkar”.
Dari Abu Al-Abbas , Abdullah bin Abbas RA ,
ia berkata : Pada suatu hari saya pernah berada dibelakang Nabi
shallalallahualaihi wassalam , beliau bersabda :”Wahai anak muda ,aku akan
mengajarkanmu beberapa kalimat : Jagalah Allah , nisacaya Dia akan menjagamu ,
Jagalah Allah nisacaya kamu akan mendapati Dia dihadapanmu , Jika kamu minta
,mintalah kepada Allah . Ketahuilah sekiranya semua umat berkumpul untuk
memberikan keadamu sesuatu keuntungan , maka hal itu tidak akan kamu peroleh
selain dari apa yang sudah Allah tetapkan padamu . Sekiranya mereka pun
berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu , niscaya tidak akan
membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan pada dirimu . Pena-pena
telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering “ (HR Tirmidzi)
Huwaa merinding baca hadist barusan :”)
Pada akhirnya satu-satu nya yang akan senantiasa menjaga kita adalah Allah .
Udah deh gausah jaga-jagain hal yang “gakpasti” eheheh intinya “ Jaga HIJRAHMU
, maka ALLAH akan MENJAGAMU” aaaaa super so sweet kannn . So what are you
waiting for ?
Semangattt ukhti akhi
Semangattt ukhti akhi
By : Arum Hayuning Pangestuti
dikamar kos , bersama terangnya lampu belajar ditemani semilir angin dari jendela kamar .
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
.dikamar kos , bersama terangnya lampu belajar ditemani semilir angin dari jendela kamar .
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hahahaha..��
BalasHapusSuhuuu ๐๐
BalasHapus